Materi biologi bahan pendidikan biologi untuk biologi smp juga biologi sma termasuk biologi kelas x tersedia soal biologi mengenai penelitian ilmiah biologi didalam cabang biologi lengkap
Tampilkan postingan dengan label Fisiologi Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisiologi Manusia. Tampilkan semua postingan
Kamis
Jaringan kolagen, kulit dan penyebab demam
Sekilas mengenai Kulit, Jaringan Kolagen, Penyakit pada kulit, Penyebab demam dan mekanisme terjadinya peristiwa "Menggigil atau tubuh bergemetar" saat kehilangan suhu. semuanya ada disini, Klik tulisan berwarna biru ini :>> Catatan-Kuliah-Fisiologi-Manusia
Senin
Flu Burung (H5N1), Senjata Biologis Buatan Amerika
Gambar Virus H5N1
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).
Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia .
Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.
Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It's Time for the World to Change.
Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung.
"Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan menjual vaksin ke negara kita," ujar Fadilah kepada Persda Network di Jakarta , Kamis (21/2).
Situs berita Australia , The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata biologi.
Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari petinggi WHO.
"Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport , dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya.
Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing 1.000eksemplar untuk cetakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Total sebanyak 2.000 buku.
"Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan mencetak cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari bicarakan dengan penerbitan besar," katanya.
Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950, mengatakan telah menyiapkan buku jilid kedua.
"Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya beberkan semua bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan. Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah Pemerintahan George Bush," ujar menteri kesehatan pertama Indonesia dari kalangan perempuan ini.
Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoyang memintanya menarik buku dari peredaran.
"Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia , sebagian, sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa Inggris dijual," katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku dari peredaran.
Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182 halaman itu.
Mengubah Kebijakan
Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai selama 50 tahun.
Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di Indonesia pada 2005.
Majalah The Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.
"Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi encaman virus flu burung, yaitu transparansi, " tulis The Economist.
The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika, edisi pekan lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik flu burung 2005 silam.
Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung.
Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen.
Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa WHO CC meminta sampel dikirim ke Hongkong?
Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung di Vietnam . Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan kemudian dibuat bibit virus.
Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan fakta, pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusaha an besar dari negara maju, negara kaya, yang tak terkena flu burung.
Mereka mengambilnya dari Vietnam , negara korban, kemudian menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi. Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa menolak.
Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin.
Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC.
Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico , AS.
Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya tak diketahui.
Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS.
Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima . Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia?
Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu. Data DNA virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok tertentu.
Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak ketertutupan Los Alamos , memujinya.
Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi bagi transparansi. Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia , yang konon telah ditempatkan di Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi Pentagon.
Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran virus yang adil,
transparan, dan setara.
Siti Fadilah Supari (MenKes RI)
Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik dan membahayakan dunia.Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa Mei 2007, International Government Meeting (IGM) WHO di akhirnya menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing virus disetujui dan GISN dihapuskan.
PERHATIAN !!!! :
Silahkan dicopy isi blog ini dengan menyertakan Alamat URL blog sebagai Referensi (Daftar Pustaka). Terima Kasih telah barkunjung,..
By : //Nando
Jumat
Praktikum mekanisme kerja enzim katalase
I. Tujuan pengamatan:
· Untuk mengamati kerja enzim katalase
II. Alat dan Bahan:
1. Tabung reaksi
2. Gelas beaker
3. Bunsen
4. Rak tabung reaksi
5. Corek api
6. Pelat tetes
7. Binset
8. Penjepit bortak
III. Cara Kerja:
1) Hati ayam ditumbuk sampai hancur lalu setelah ditumbuk halus lalu dibagikan 4 bagian kedalam tabung reaksi dan masing-masing tabung reaksi diberi label (nama) sesuai dengan bahan yang akan di isi.
2) Ekstrak hati setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air, lalu dikocok dan di isi dengan H2O2 lalu diamati gelembung dan nyala apinya.
3) Ekstrak hati setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air + dengan HCl(asam) dan + dengan H2O2 lalu dikocok setelah dikocok lalu amati gelembung dan nyala apinya.
4) Ekstrak hati setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air + dengan NaOH(basa) dan + dengan H2O2 lalu dikocok setelah dikocok lalu amati gelembung dan nyala apinya.
5) Ekstrak hati setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air lalu dipanaskan dengan Bunsen, setelah dipanaskan diamkan sampai dingin, lalu di + dengan H2O2 lalu dikocok, setelah dikocok lalu amati gelembung dan nyala apinya.
6) Jantung ayam ditumbuk sampai hancur lalu setelah ditumbuk halus lalu dibagikan 4 bagian kedalam tabung reaksi. Dan masing-masing tabung reaksi diberi label (nama) sesuai dengan bahan yang akan di isi.
7) Ekstrak jantung setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air, lalu dikocok dan di isi dengan H2O2 lalu diamati gelembung dan nyala apinya.
8) Ekstrak jantung setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air + dengan HCl(asam) dan + dengan H2O2 lalu dikocok setelah dikocok lalu amati gelembung dan nyala apinya.
9) Ekstrak jantung setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air + dengan NaOH(basa) dan + dengan H2O2 lalu dikocok setelah dikocok lalu amati gelembung dan nyala apinya.
10) Ekstrak jantung setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi + air lalu dipanaskan dengan Bunsen, setelah dipanaskan diamkan sampai dingin, lalu di + dengan H2O2 lalu dikocok, setelah dikocok lalu amati gelembung dan nyala apinya.
Landasan Teori
Katalase adalah enzim yang dapat menguraikan hidrogen peroksida yang tidak baik bagi tubuh makhluk hidup menjadi air dan oksigen yang sama sekali tidak berbahaya. Selain itu, enzim ini di dalam tubuh manusia juga menguraikan zat-zat oksidatif lainnya seperti fenol, asam format, maupun alkohol yang juga berbahaya bagi tubuh manusia. Katalase terdapat hampir di semua makhluk hidup. Bagi sel, enzim ini adalah bodyguard yang melindungi bagian dalam sel dari kondisi oksidatif yang bagi kebanyakan orgnisme ekuivalen dengan kerusakan.
Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup.Karena berperan sebagai katalis maka enzim dinamakan juga biokatalisator.
Enzim dapat bertindak sebagai katalis,yakni dapat mempercepat suatu reaksi kimia tanpa merubah reaksi kimia tersebut.
Enzim dapat bertindak sebagai katalis,yakni dapat mempercepat suatu reaksi kimia tanpa merubah reaksi kimia tersebut.
Komponen Enzim
Secara kimia enzim yang lengkap atau haloenzim tersusun dari dua komponen:
Secara kimia enzim yang lengkap atau haloenzim tersusun dari dua komponen:
· Komponen protein (apoenzim)
enzim yang tersusun atas protein.Sifatnya labil (mudah berubah),tidak tahan akan panas dan mudah terpengaruh oleh suhu dan tingkat keasaman.
· Bagian nonprotein (gugus prostetik)
Ø Gugus prostetik yang berasal dari molekul nonorganik disebut kofaktor.
Ø Gugus prostetik,yaitu gugus yang berasal dari molekul organik kompleks
yang disebut dengan koenzim.misal:NADH,FADH,koenzim A dan VitB.
yang disebut dengan koenzim.misal:NADH,FADH,koenzim A dan VitB.
Cara Kerja Enzim
Seperti yang telah kita ketahui bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya.Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.
Hasil Pengamatan:
Larutan | Ekstrak hati + H2O2 | Ekstrak jantung + H2O2 | ||
Gelembung | Nyala api | Gelembung | Nyala api | |
Netral | ++ | + | + | - |
HCl (asam) | + | - | - | - |
NaOH (basa) | ++ | + | + | + |
Setelah ekstrak dipanaskan | - | - | - | - |
Keterangan:
v ++ (banyak)
v + (ada)
v - (tidak ada)
Kesimpulan:
Dari hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada percobaan ekstrak hati + H2O2 dan ekstrak jantung + H2O2 dan dicampurkan dengan netral, asam(HCl), basa(NaOH), dan setelah ekstrak dipanaskan, memiliki perbadaan dalam percobaan.
Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 , dimana kerjanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Suhu
Dimana enzim katalase tidak akan bekerja optimal pada suhu tinggi.
b. pH
Dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala api bara api. Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat reaksi.
Pertanyaan:
1. Mengapa H2O2 dipakai sebagai bahan percobaan untuk mengamati kerja enzim katalase?
2. Mengapa reaksi berkurang jika ekstrak hati + H2O2 dimasukkan asam atau basa?
3. Apa yang terjadi bila dalam jaringan tubuh, banyak tertimbun H2O2?
4. Bagaimana usaha untuk menetralkannya dalam tubuh?
5. Dapatkah kamu simpulkan apa peranan enzim katalase dalam tubuh?
6. H2O2 yang terdapat dalam tubuh itu merupakan hasil proses apa?
7. Factor-faktor apakah yang mempengaruhi keaktifan katalase?
Jawab pertanyaan:
PERHATIAN !!!! :
Silahkan dicopy isi blog ini dengan menyertakan Alamat URL blog sebagai Referensi (Daftar Pustaka). Terima Kasih telah berkunjung,..
By : //Nando
By : //Nando
Pengamatan Kerja Enzim Ptyalin
I. PENDAHULUIAN
Dalam proses pencernaan zat-zat makanan menjadi sari makanan secara kimiawi, maka hidrolisa merupakan yang terpenting. Dalam proses tersebut maka lemak, karbohidrat dan protein diuraikan menjadi molekul-molekul kecil atau lebih sederhana. Tetapi di dalam penguraian hidrolisis tersebut kadang-kadang sangat lambat sehingga diperlukan enzim untuk mempercepatnya. Tergantung dari zat yang dicernakan, enzim penceraan terbagi atas karbohidrasa(pada karbohidrat), lipase(pada lemak), dan protease(pada protein).
II. TUJUAN PRAKTIKUM
Ø Mengetahui adanya proses pencernaan oleh pengaruh enzim
Ø Adanya pengaruh lingkungan terhadap kerja enzim
Ø Mengamati zat apa yang terkandung di dalam bahan makanan
III. ALAT DAN BAHAN:
BAHAN :
v Tepung sagu/kanji
v Nasi
v Putih telur
v Air
v Air ludah
v Larutan yodium
v Larutan benedict
v Larutan biuret
ALAT:
ü Tabung reaksi
ü Rak klem
ü Plat tetes
ü Lampu spritus
ü Kaca objek
ü Mikroskop
ü Pipet tetes
IV. CARA KERJA:
· Nasi dihancurkan kemudian di isi dengan air lalu masukkan ke dalam tabung reaksi lalu dicampur dengan larutan benedict, setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi lalu dipanaskan hingga berubah warna lalu catat hasil pengamatan tersebut.
· Nasi dihancurkan/dikunyah selama 5 menit kemudian campurkan dengan enzim ptyalin (air ludah) lalu masukkan ke dalam tabung reaksi lalu dicampur dengan larutan benedict, setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi lalu dipanaskan hingga berubah warna lalu catat hasil pengamatan tersebut.
· Tepung di isi ke dalam tabung reaksi lalu campur dengan air lalu dicampur dengan larutan benedict, setelah dimasukkan kedalam tabung reaksi lalu dipanaskan hingga berubah warna lalu catat hasil pengamatan tersebut.
· Tepung dimasukkan ke tabung reaksi lalu campurkan dengan enzim ptyalin (air ludah) kocok selama 5 menit lalu dicampur dengan larutan benedict, lalu dipanaskan hingga berubah warna lalu catat hasil pengamatan tersebut.
· Putih telur dimasukkan ke tabung reaksi lalu campurkan dengan enzim ptyalin (air ludah) kocok selama 5 menit lalu dicampur dengan larutan benedict, lalu dipanaskan hingga berubah warna lalu catat hasil pengamatan tersebut.
Landasan Teori
Sistem Pencernaan Pada Manusia
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari
1. Rongga Mulut,
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus.
1. Rongga Mulut,
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus.
A. Rongga Mulut
Rongga mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
1. Gigi
Fungsi gigi adalah untuk memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
2. Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
3. Kelenjar ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
B. Esophagus (Kerongkongan)
Esophagus merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung.
C.Lambung
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
- Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
- Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
- Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
- Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
D. Usus Halus
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum), jejunum, serta ileum. Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Proses Pencernaan Makanan
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
1) Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pankreas.
2) Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amilase pankreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
3) Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
4) Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.
E. Usus Besar
Usus besar merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden.
F. Rektum Dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.
Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.
Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.
V. HASIL PENGAMATAN
No | Bahan Makanan dan Indikator | Warna | Zat |
1 | Nasi + Benedict | Hitam | Amilum |
2 | Nasi + Enzim ptyalin + benedict | Orange | Glukosa |
3 | Tepung + Benedict | Kuning | Glukosa |
4 | Tepung + Enzim Ptyalin + Benedict | Kuning | Glukosa |
5 | Putih telur + Enzim Ptyalin + Benedict | Ungu | Protein |
6 | Nasi + Yodium | Ungu | Protein |
7 | Nasi + Enzim Ptyalin + Yodium | Hitam | Amilum |
8 | Tepung + Yodium | Hitam | Amilum |
9 | Putih telur + Yodium | Orange | Glukosa |
10 | Nasi + Biuret | Ungu | Protein |
11 | Tepung + Biuret | Biru | Protein |
12 | Putih telur + Biuret | Ungu | Protein |
Gambar pengamatan nasi + enzim ptyalin + yodium di mikroskop
Hitam Biru
KESIMPULAN:
Dari hasil pengamatan kita dapat melihat adanya perubahan warna pada bahan makanan setelah dicampur dengan larutan-larutan kimia. Dan kita bisa menentukan zat apa yang terkandung di dalam bahan makanan seperti, nasi, tepung sagu/kanji, dan putih telur.
PERHATIAN !!!! :
Silahkan dicopy isi blog ini dengan menyertakan Alamat URL blog sebagai Referensi (Daftar Pustaka). Terima Kasih telah barkunjung,..
By : //Nando
PERHATIAN !!!! :
Silahkan dicopy isi blog ini dengan menyertakan Alamat URL blog sebagai Referensi (Daftar Pustaka). Terima Kasih telah barkunjung,..
By : //Nando
Langganan:
Postingan (Atom)


